TRENDING NOW

Beijing – Geely Auto menampilkan ragam teknologi dan inovasi terbarunya di Auto China (Beijing Auto Show) 2026. Pada ajang yang sama, perusahaan tersebut memperkenalkan EVA Cab, prototipe robotaxi purpose-built pertama di Tiongkok. Dikembangkan bersama AFARI Technology dan CaoCao Mobility, EVA Cab menjadi robotaxi pertama di dunia yang menggunakan LiDAR digital 2.160-line untuk mendukung operasional tanpa pengemudi di jalan umum. Inovasi ini juga menjadi bagian dari strategi Geely dalam mempercepat implementasi kendaraan otonom berbasis AI menuju komersialisasi pada 2027.
Selain itu, Geely turut memamerkan berbagai terobosan teknologi, termasuk robot humanoid berbasis AI, arsitektur listrik 900V, teknologi pengisian ultra-cepat 12C, baterai solid-state, kokpit pintar, serta solusi advanced driver assistance untuk layanan mobilitas masa depan. Rangkaian inovasi tersebut menegaskan masuknya Geely ke era Full-Domain AI 2.0 sekaligus mempertegas posisinya sebagai perusahaan otomotif global yang berlandaskan teknologi cerdas. 

EVA Cab Menuju Produksi Massal, Layanan Robotaxi Komersial Ditargetkan 2027
Sebagai demonstrasi teknologi mutakhir, EVA Cab dikembangkan berdasarkan kerangka Full-Domain AI 2.0 dan dirancang untuk memenuhi ekspektasi industri serta pengguna terhadap kendaraan otonom. Robotaxi ini menghadirkan inovasi dalam empat aspek utama: desain, hardware, software, dan integrasi ekosistem. 

Dari sisi desain, EVA Cab mengusung konsep “Tech-driven Mobility Leading to a Better Life.” Kendaraan ini dilengkapi pintu geser elektrik dengan bukaan lebar serta tata letak kabin berhadapan untuk memaksimalkan ruang dan estetika. Elemen interior seperti Galaxy Skyroof, panel pintu Drifting Galaxy, dan armrest bertema Orchid Pavilion menghadirkan nuansa yang hangat dan humanis. 

EVA Cab juga dibekali berbagai teknologi unggulan, seperti Quantum-Grade AI Electrical/Electronic Architecture (EEA 4.0), sistem LiDAR digital 2.160-line pertama di dunia, serta solusi software berkendara otonom Level L4. Kombinasi ini menjadikan EVA Cab sebagai representasi kemampuan teknologi AI Geely secara menyeluruh. 

Arsitektur EEA 4.0 menghadirkan keamanan tinggi melalui enkripsi berbasis kuantum yang memberikan perlindungan end-to-end antara kendaraan dan cloud, termasuk fitur seperti kunci Bluetooth, kontrol jarak jauh, pembaruan Over-the-air (OTA), hingga privasi data. Kendaraan ini juga dilengkapi teknologi Service-Oriented Vehicle-Cloud Integrated Diagnostics (SOVD), untuk diagnosa terintegrasi berbasis cloud sepanjang siklus hidup kendaraan. Geely sendiri telah menjadi produsen pertama yang memperoleh sertifikasi ISO 8800 untuk keamanan AI. 

Dari sisi komputasi, EVA Cab ditenagai oleh tiga chip utama yaitu NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397, dengan total kemampuan komputasi lebih dari 3.000 TOPS. Performa ini memungkinkan pemrosesan data dalam skala besar yang dibutuhkan untuk mendukung sistem kendaraan otonom Level L4. 

Sistem sensor kendaraan dilengkapi LiDAR digital 2.160-line dengan kemampuan hingga 25,92 juta titik per detik dan jarak deteksi mencapai 600 meter. Teknologi ini dikombinasikan dengan sistem AFARI G-ASD L4 yang memungkinkan operasional tanpa pengemudi di jalan umum.

Geely berencana meluncurkan versi komersial EVA Cab melalui CaoCao Mobility pada tahun 2027, sekaligus mempercepat implementasi robotaxi secara massal. Saat ini, uji coba telah dilakukan di beberapa kota seperti Hangzhou dan Suzhou. Ke depan, Geely akan terus mengembangkan ekosistem Space-Ground untuk mewujudkan mobilitas tanpa waktu tunggu, tanpa kemacetan, dan tanpa kecelakaan.

Geely Perkuat Ekosistem AI dan Infrastruktur Teknologi Global 
Selain EVA Cab, Geely juga menampilkan berbagai inovasi teknologi energi baru, termasuk Smart City, Smart Energy, Smart Platform, dan Methanol Ecosystem. Pameran ini menandai transisi Geely dari tahap pengembangan AI menuju fase pertumbuhan eksponensial di era 2.0.

Geely menjadi produsen pertama yang mengembangkan ekosistem Full-Domain AI secara menyeluruh sejak 2021 melalui Xingrui AI Large Model. Setahun kemudian, pusat komputasi Xingrui dibangun dengan kapasitas 23,5 EFLOPS, menjadikannya yang terbesar di kalangan produsen otomotif Tiongkok.

Pada 2025, Geely memperkenalkan sistem Full-Domain AI yang mengintegrasikan AI ke seluruh aspek kendaraan, termasuk cloud, chassis, dan arsitektur pintar. Kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi seperti StepFun, Geespace, dan AFARI memperkuat ekosistem AI yang terbuka dan terintegrasi.

Geely juga memperkenalkan konsep Comprehensive Safety 2.0 yang memperluas cakupan keselamatan hingga ke tingkat ekosistem transportasi. Selain itu, Geely Safety Center sebagai fasilitas pengujian keselamatan terbesar di dunia terus mendorong standar global.

Pada CES 2026, Geely memperkenalkan World Action Model (WAM) sebagai otak kendaraan yang mampu mengelola berbagai sistem cerdas dalam arsitektur 1+2+N. Teknologi ini memungkinkan integrasi penuh antara kokpit pintar dan sistem autonomous driving, menciptakan pengalaman berkendara berbasis interaksi natural. EVA Cab menjadi implementasi langsung dari teknologi ini dan kedepannya akan berkembang menjadi mobility bot yang mampu berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak secara mandiri.

Melalui pameran ini, Geely menegaskan kemampuannya dalam membangun ekosistem AI yang komprehensif sekaligus mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi mobilitas cerdas. Ke depan, Geely akan terus mendorong inovasi berbasis AI untuk menghadirkan mobilitas yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. (*/yogi) 
Jakarta - Mobilitas urban saat ini tidak lagi hanya tentang berpindah dari satu titik ke titik lainnya, melainkan juga tentang bagaimana perjalanan tersebut menjadi bagian dari keseharian dan cara seseorang menjalani hidupnya.
Menjawab perubahan tersebut, PT Garuda Mataram Motor selaku Agen Pemegang Merek (APM) Volkswagen di Indonesia, resmi meluncurkan Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition di ajang Indomobil Expo yang berlangsung di Senayan City, Jakarta. 

Sebagai interpretasi terbaru dari ikon listrik Volkswagen, ID. Buzz Eclipse Edition menghadirkan perpaduan desain ikonik, teknologi elektrifikasi, serta fleksibilitas personalisasi yang memberikan ruang lebih luas bagi pengguna dalam menyesuaikan kendaraan sesuai kebutuhan mereka.
Terinspirasi dari fenomena gerhana – pertemuan antara terang dan gelap dalam harmoni yang dramatis – ID. Buzz Eclipse Edition tampil dengan kombinasi warna Deep Black dan Deep Red pada eksterior.

Perpaduan ini menciptakan tampilan yang kuat, kontras, dan elegan, sekaligus merepresentasikan dualitas karakter penggunanya: rasional namun ekspresif, profesional namun tetap berani tampil beda. Nama “Eclipse” dipilih untuk merepresentasikan sesuatu yang tidak terjadi setiap hari, sejalan dengan karakter edisi ini yang diproduksi secara terbatas.
Karakter utama ID. Buzz Eclipse Edition terletak pada fleksibilitas konfigurasi interior yang memungkinkan pengguna menyesuaikan pengalaman berkendara sesuai kebutuhan:

Bozz Interior, menghadirkan konfigurasi Premium BOZZ Seat dengan pengaturan elektrik, didominasi nuansa hitam yang elegan. Dilengkapi fitur seperti Ergonomic Headrest, Adjustable Backrest, hingga Pneumatic Massage System untuk kenyamanan yang lebih menyeluruh.
White Signature Interior, menawarkan kombinasi warna putih dan beige yang menciptakan suasana kabin yang terang dan lapang. Dilengkapi Premium BOZZ Seat dengan fitur canggih untuk membuat perjalanan terasa lebih rileks.
Fun Edition Interior, menghadirkan nuansa yang lebih ekspresif, sesuai untuk pengguna yang menginginkan pengalaman berkendara yang lebih santai dan penuh karakter.

ID. Buzz Eclipse Edition dirancang untuk mereka yang menjalani mobilitas dengan cara masing-masing. Mulai dari profesional urban dengan ritme kerja yang dinamis, pelaku bisnis yang menjadikan kendaraan sebagai bagian dari identitas, hingga individu kreatif dan keluarga modern yang mencari keseimbangan antara fleksibilitas, kenyamanan, dan gaya dalam satu perjalanan. 

Sebagai bagian dari keluarga ID. Buzz, varian ini tetap mempertahankan karakter German craftsmanship melalui kabin yang senyap, ruang yang luas hingga baris ketiga, serta fleksibilitas bagasi yang menghadirkan kenyamanan dalam berbagai kebutuhan perjalanan. Fitur seperti Electrochromic Panoramic Smart Glass Roof dan sistem audio premium Harman Kardon memperkaya pengalaman berkendara, sementara teknologi keselamatan seperti Adaptive Cruise Control, Front Assist, Lane Assist, dan 360 Area View memberikan rasa aman di berbagai kondisi perjalanan. Dengan jarak tempuh hingga 573 km (NEDC) serta dukungan pengisian daya cepat, kendaraan ini semakin mendukung mobilitas harian maupun perjalanan di akhir pekan.

Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer, Volkswagen Indonesia, mengatakan, “Melalui ID. Buzz Eclipse Edition, kami ingin menghadirkan pilihan yang lebih personal dan relevan bagi pengguna ID. Buzz, tanpa mengubah karakter utamanya. Setiap orang memiliki gaya dan preferensi yang berbeda, dan melalui fleksibilitas personalisasi interior, kami memberikan ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan dirinya di setiap perjalanan.”

Peluncuran ID. Buzz Eclipse Edition menjadi bagian dari partisipasi Volkswagen dalam Indomobil Expo yang mengusung konsep “EVperience”, menghadirkan pengalaman pengalaman mobilitas listrik yang lebih dekat, lebih personal, dan lebih relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.
Untuk melengkapi pengalaman kepemilikan, Volkswagen Indonesia menyediakan layanan purna jual komprehensif, termasuk PPF Solar Gard T-Plus Premium Protection, wall charging 11 kW, servis gratis hingga 5 tahun atau 100.000 km, garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km, serta garansi suku cadang hingga 4 tahun atau 100.000 km.

Setiap pembelian Volkswagen ID. Buzz di Indomobil Expo juga mendapatkan penawaran melalui kerja sama dengan Singapore Airlines dalam program reward KrisFlyer. Konsumen berhak memperoleh hingga 120.000 KrisFlyer miles, sebagai bentuk apresiasi atas pilihan terhadap pengalaman mobilitas premium yang menyeluruh.

Volkswagen Indonesia mengundang masyarakat untuk mengunjungi area Volkswagen di Indomobil Expo yang berlangsung pada 5 hingga 17 Mei 2026 di Main Atrium, Senayan City, dan mengeksplorasi langsung ID. Buzz Eclipse Edition. (*/yogi) 
Jakarta– Di tengah percepatan transisi energi global, posisi Indonesia dalam industri baterai dunia ikut bergerak ke babak baru. Jika selama ini Indonesia dikenal sebagai pemasok bahan baku, hari ini arahnya berkembang: membangun ekosistem industri baterai dari hulu hingga hilir. Bukan hanya untuk memperkuat industri nasional, tetapi juga untuk menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik dan penyimpanan energi di Asia.
Bagi Indonesia kini, baterai tidak lagi dipandang sekadar sebagai komponen pendukung, tetapi sudah menjadi fondasi penting dalam masa depan energi nasional. 

Didukung cadangan nikel yang mencapai sekitar 1,6 juta ton, serta meningkatnya investasi di sektor kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS), Indonesia menjelma sebagai salah satu pemain penting dalam rantai pasok baterai lithium-ion global. Ditambah, pasar baterai Indonesia pada 2024 tercatat bernilai sekitar USD 1,45 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2030 dengan pertumbuhan mencapai 23,7 persen. Pasar BESS pun diperkirakan meningkat dari USD 4,36 miliar menjadi USD 15,82 miliar pada 2032. Untuk mendukung transisi energi ini, Presiden RI akan fokus pada percepatan program melalui target 100 Gigawatt pembangunan PLTS untuk mempercepat kemandirian energi dan penggunaan energi bersih.

Momentum inilah yang melatarbelakangi hadirnya kembali The Battery Show Asia - Indonesia 2026, yang akan berlangsung pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, sebagai bagian dari rangkaian besar Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026. Memasuki edisi keduanya, pameran ini hadir sebagai ruang pertemuan bagi seluruh rantai industri baterai – mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai (BMS), energy storage system, battery recycling, hingga integrasi dan perluasan infrastruktur kendaraan listrik serta solusi energi terbarukan.

Lebih dari sekadar menampilkan teknologi terbaru, The Battery Show Asia - Indonesia juga menjadi tempat bertemunya investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset yang sama-sama melihat baterai sebagai bagian penting dari masa depan energi. Nama penting seperti Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) dan National Battery Research Institute (NBRI) pun telah memastikan keterlibatan aktif mereka. 

Di sinilah diskusi tentang investasi, efisiensi produksi, keamanan baterai, hingga kesiapan sumber daya manusia akan berlangsung dalam konteks nyata. 
Sebagai bagian dari kesatuan ekosistem yang lebih luas, The Battery Show Asia - Indonesia juga akan diselenggarakan bersamaan dengan pameran Electric & Power Indonesia serta Data Center Asia - Indonesia. Ketiga pameran yang berada di bawah payung Energy Week - IEE Series 2026 ini membentuk satu rangkaian industri yang saling terhubung, mulai dari pembangkitan energi, penyimpanan daya, hingga sistem digital yang mengelola dan mengoptimalkan operasionalnya. Pendekatan ini menjadikan IEE Series 2026 sebagai full-stack industrial ecosystem, di mana setiap lapisan industri tidak lagi berjalan sendiri, melainkan saling menopang dalam satu platform.

Menurut Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, perkembangan industri baterai saat ini menunjukkan bahwa batas antara sektor energi, manufaktur, dan teknologi semakin tipis. 

"Hari ini kita tidak lagi berbicara tentang baterai hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari strategi industri nasional. Dari kendaraan listrik, renewable energy, hingga sistem penyimpanan data untuk kebutuhan industri, semuanya membutuhkan ekosistem yang terhubung. Melalui The Battery Show Asia – Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seluruh rantai nilai tersebut agar kolaborasi, investasi, dan inovasi bisa tumbuh lebih cepat. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

Bagi pelaku industri kendaraan listrik dan baterai, momentum ini bukan hanya soal peluang bisnis, tetapi juga kesempatan untuk masuk lebih awal ke pasar yang sedang tumbuh cepat. Ketika rantai pasok global mulai bergeser ke Asia Tenggara, keputusan untuk hadir bisa menjadi langkah penting dalam menentukan bisnis ke depan. Indonesia tidak lagi hanya menjadi pasar EV yang menjanjikan, tetapi sedang membangun dirinya sebagai pusat produksi dan inovasi baterai di kawasan.

PT Kaltimex Energy Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam rangkaian pameran ini sejak 2003, melihat hadirnya The Battery Show Asia – Indonesia sebagai ruang yang tepat untuk memperluas koneksi sekaligus membaca arah perkembangan industri ke depan. PT Sekisui Polymatech, perusahaan multinasional dengan produk terbaru thermal interface material, turut menyatakan semangatnya atas hadirnya pameran ini pada 2026. 

"Kami ingin lebih jauh mengenalkan produk kami berupa komponen yang bisa digunakan untuk sektor otomotif dan elektronik sebagai bahan media transfer panas dari sumber panas ke pendingin. Inovasi ini tentu akan bisa diaplikasikan di banyak perusahaan B2B lain. Kami terkesan selama mengikuti pameran ini dan bisa mendapatkan banyak insight baru, melihat teknologi-teknologi baru yang ditampilkan, dan berkoneksi dengan pengunjung dari berbagai industri. Apalagi dengan partisipasi di The Battery Show Asia - Indonesia 2026 ini, kami berharap bisa bertemu exhibitor yang lebih bervariasi lagi dan mendapatkan lebih banyak manfaat dari platform ini,” papar perwakilan dari PT Sekisui Polymatech. 

Kehadiran pemain penting di industri baterai dan kelistrikan seperti BryAir, ⁠Shandong Gelon Lib Co., Ltd., Enertex Global Energy Private Limited, Ksterminals Technology Indonesia, serta Trafoindo Prima Perkasa, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap solusi baterai kini semakin luas – tidak hanya untuk sektor otomotif, tetapi untuk efisiensi operasional industri, smart grid, dan integrasi energi terbarukan.

Selain area pameran, rangkaian acara ini juga akan diperkuat melalui berbagai forum industri melalui seminar-seminar yang akan diselenggarakan di TBSI Stage sepanjang pameran. Pembahasan pertama akan memaparkan posisi industri baterai Indonesia dalam lanskap industri baterai global serta perannya dalam transisi energi kawasan. Mengangkat tema Indonesia’s Role in the Global Battery Supply Chain - Indonesia as a Regional Hub for Renewable Energy, diskusi juga akan membahas solusi-solusi keamanan dan efisiensi baterai.

Diskusi kemudian berlanjut melalui kerja sama dengan berbagai pihak untuk membahas isu yang lebih teknis dan relevan di lapangan. Mengangkat tema Thermal Management in Batteries: Ensuring Safety in Indonesia’s Tropical Climate, diskusi ini akan membahas pengelolaan baterai kendaraan listrik di Indonesia secara spesifik. Forum berikutnya akan membahas bagaimana daur ulang dan ekonomi sirkular bisa dilaksanakan di industri baterai. Dengan membawa tema Sustainable Battery Development: Recycling and Circular Economy in Indonesia, diharapkan topik ini secara lebih lanjut akan mendorong investasi terkait pengelolaan dan regulasi dari pengelolaan sampah baterai di Indonesia. 

Terakhir, TBSI akan mengangkat topik terkait peran sumber daya manusia melalui topik Sustainable Battery Development: Building Indonesia’s Battery Workforce for the Energy Transition, demi menangkap peluang terkait perkembangan industri baterai dan bagaimana dunia pendidikan bisa menyiapkan talenta-talenta tersebut.

Setelah sukses dengan penyelenggaraan The Battery Show Asia di Hong Kong pada 10-12 Maret 2026, The Battery Show Asia - Indonesia diharapkan juga bisa menjadi ruang diskusi strategis bagi kemajuan industri baterai nasional. Pameran The Battery Show Asia di Hong Kong sendiri sukses mempertemukan 200 peserta pameran, memamerkan lebih dari 1.000 teknologi dan produk mutakhir, serta menarik lebih dari 15.000 pembeli profesional dari 103 negara. Dengan diadakannya berbagai forum strategis dan kehadiran berbagai peserta internasional, The Battery Show Asia - Indonesia diharapkan juga akan menjadi ruang diskusi strategis bagi kemajuan industri nasional yang terbarukan.

Pada akhirnya, transisi energi tidak hanya berbicara tentang mengganti sumber energi, tetapi juga tentang membangun sistem industri baru yang mampu menopangnya. Dalam sistem itu, baterai menjadi salah satu elemen utama yang akan menentukan pertumbuhan industri ke depan. 

Melalui The Battery Show Asia - Indonesia 2026, IEE Series menghadirkan ruang di mana masa depan industri baterai Indonesia tidak hanya dipamerkan, tetapi juga mulai dibangun bersama. (*/yogi) 

Jakarta - Di tengah upaya mempercepat transisi energi hijau, tantangan terbesar tidak lagi sekadar pada ketersediaan produk, melainkan bagaimana menjadikan kendaraan listrik relevan dengan gaya hidup kalcer anak muda. Merespons hal tersebut, Polytron resmi menggelar Polytron Fox Berkreasik Design Competition, sebuah ajang yang mengajak pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas mereka langsung pada bodi motor listrik Polytron Fox 200.

Berdasarkan data survei Lokadata terhadap 1.500 responden usia 18–34 tahun, sekitar 75% Gen Z dan Milenial sebenarnya memiliki minat yang tinggi untuk beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Menariknya, faktor harga berada di urutan terakhir sebagai alasan tidak membeli. Kondisi ini menjadi peluang untuk memaksimalkan minat dan persepsi bahwa motor listrik dapat mengakomodasi kebutuhan personal mereka termasuk untuk tampil beda dan mencerminkan identitas personal yang kalcer.
Melalui kompetisi ini, Polytron memosisikan kendaraan listrik FOX 200 sebagai kanvas berekspresi. Pemenang utama dari kompetisi ini akan mendapatkan reward yang sangat personal dan dapat dibanggakan: membawa pulang 1 unit Polytron Fox 200 yang akan diwujudkan secara nyata dengan hasil desain karyanya sendiri.

“Transisi ke kendaraan listrik di kalangan anak muda akan berjalan lebih masif jika produk tersebut bisa masuk dan menjadi bagian dari kalcer mereka sehari-hari. Melalui Fox Berkreasik Design Competition, kami memberikan ruang kebebasan berekspresi pada bidang bodi FOX 200. Kami ingin Gen Z melihat bahwa motor listrik bukan sekadar kendaraan yang ramah lingkungan, tetapi juga bisa tampil sangat stylish, kalcer, dan membanggakan untuk dikendarai karena itu adalah hasil karya mereka sendiri,” ujar Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly.

Lebih dari Sekadar Kompetisi, Hadirkan Sesi Mentoring dengan Praktisi Seni
Guna memperkaya referensi dan mengasah keahlian para peserta, rangkaian kompetisi ini juga menghadirkan creative workshop eksklusif bersama Hard13, visual artist yang dikenal luas dengan kemampuannya melebur budaya lokal ke dalam gaya kontemporer. 

Pada sesi ini, peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan langsung mengenai proses kreatif, cara meramu inspirasi, hingga teknik mendesain yang sesuai dengan tren masa kini.

Pemenang dari kompetisi ini akan dikurasi secara langsung dan eksklusif oleh dua pegiat seni kalcer yaitu Hard13 selaku visual artist dan juga Adega selaku leader Kalcer Skuter.

Ilman turut menjelaskan bahwa Pemilihan Polytron Fox 200 didasari oleh bodi motor listrik ini yang memiliki dimensi bidang luas, sehingga ibarat kanvas yang siap untuk dieksplorasi secara desain. Hal ini juga didukung oleh relevansi Fox 200 yang secara spesifikasi jarak tempuh dan harga sangat sesuai dengan kebutuhan mobilitas para mahasiswa dan anak muda.

“Fox Berkreasik merupakan kompetisi desain motor listrik pertama kami, dan melihat potensi antusiasme yang cukup besar, tidak menutup kemungkinan ke depannya kami akan membuka kesempatan serupa untuk unit seri Fox Electric lainnya, seperti Fox 350 dan Fox 500," tutup Ilman.
Syarat, Ketentuan, dan Hadiah Lainnya

Kompetisi ini dibuka untuk pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang berusia antara 17 hingga 25 tahun. Periode pengumpulan karya berlangsung dari 27 April hingga 18 Mei 2026.
Proses partisipasi dirancang sepenuhnya secara daring:

Peserta mengunduh template desain resmi melalui bit.ly/foxberkreasiktemplate.

Peserta berkreasi menciptakan satu karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan.
Karya akhir dalam format PDF (maksimal 30 MB) diunggah melalui bit.ly/foxberkreasik, lengkap dengan data diri dan kartu identitas pelajar/mahasiswa.

Selain hadiah utama berupa 1 unit Polytron Fox 200 hasil desain sendiri, karya-karya yang lolos kurasi juga berkesempatan memenangkan Polytron Luxia Laptop, Polytron 2K Gaming Monitor, serta voucher belanja MAP senilai jutaan rupiah.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai panduan desain dan pembaruan seputar kompetisi, silakan kunjungi akun Instagram resmi di @polytron.ev. (*/yogi)
Jakarta – Pebalap belia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), mampu mengamankan podium kedua pada race pertama dan podium tertinggi pada race kedua, dalam ajang pembuka Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026. Kedua capaian itu diraih oleh dua pebalap belia andalan yakni Abimanyu Bintang Fermadi dan Resky Yusuf Hermawan. Berlangsung di Sepang International Circuit, Malaysia pada 2-3 Mei 2026, gelaran balap ini dilaksanakan bersamaan dengan ajang Malaysia Superbike Championship.
 
Dalam persaingan di balapan pertama yang berlangsung Sabtu, 2 Mei 2026, Abimanyu start dari posisi kedua dan Resky start dari posisi ketiga hasil kualifikasi di hari yang sama. Ketika lampu start menyala, Abimanyu langsung memimpin diikuti Resky dalam balapan 11 lap ini. Memasuki lap kedua, Abimanyu kehilangan posisi pucuk, terlempar dari posisi tiga besar, sementara Resky masih bertahan.
 
Kedua pebalap lulusan Astra Honda Racing School tahun 2025 ini terus berburu posisi podium, sesekali keduanya bergantian memimpin balapan. Hingga memasuki lap akhir, Resky yang sedang berada di posisi pertama, harus kehilangan posisinya setelah pebalap Thailand berhasil menyalipnya. Dalam hasil balapan ini, Resky berada di posisi podium kedua dan Abimanyu keempat.
 
Balapan kedua terselenggara pada Minggu, 3 Mei 2026. Perubahan posisi start pun terjadi atas capaian waktu terbaik yang didapat pebalap pada race pertama. Resky start dari posisi pertama, sementara Abimanyu memulai balapan dari posisi empat. Kedua pebalap terus menekan sejak awal, Abimanyu melakukan start yang mulus dan Resky terus membayangi.
 
Saat memasuki lap keenam, keduanya sempat bergantian memimpin balapan. Melaju dengan NSF250R, balapan yang sengit mulai memasuki lap akhir. Abimanyu yang masih berada di depan terus mempertahankan posisi, sayang di tikungan akhir manuver Resky melakukan late braking belum sempurna hingga ia pun melebar. Indonesia Raya berkumandang untuk capaian Abimanyu dan Resky harus puas finish di posisi kelima. Kemenangan Abimanyu pun mendapat catatan long lap penalty di putaran dua, atas aksinya yang lebih dulu melakukan selebrasi sebelum finish. 
 
"Saya sangat senang karena bisa kembali ke puncak podium di race kedua ini, setelah kesulitan di race pertama kemarin. Banyak masukan dari seluruh tim dan alhamdulillah saya bisa improve di race dua. Sayang, harus mendapatkan longlap penalty di race mendatang, saya akan berjuang di seri berikutnya,” ungkap Abimanyu.
 
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan hasil positif yang ditorehkan oleh pebalap binaan di ajang pembuka IHTTC 2026, merupakan wujud kegigihan pebalap muda dalam bersaing di level yang lebih tinggi.
 
“Kegigihan serta mentalitas yang kuat menjadi modal positif pebalap belia bersaing di level balap yang lebih tinggi. Dalam hal ini kami pun terus mendampingi mereka sehinga memiliki bekal yang kuat untuk bersaing membawa nama bangsa,” ujar Andy.
 
Kedua pebalap belia asal Semarang (Resky) dan Sleman (Abimanyu) ini akan kembali bersaing di ajang IHTTC 2026 pada bulan Juli mendatang, kembali bersamaan dengan Malaysia Superbike Championship. (*/yogi) 
 
Bologna – Ducati menghadirkan inovasi revolusioner ke dunia motor off-road: perawatan prediktif. Setelah memperkenalkan di ajang motocross sistem Traction Control pertama yang mampu secara akurat menentukan tingkat selip roda belakang yang sebenarnya, pabrikan asal Borgo Panigale ini telah mengembangkan untuk Desmo450 MX sebuah sistem perangkat lunak baru untuk menghitung interval perawatan berdasarkan intensitas penggunaan mesin. Untuk mengakses semua fitur baru ini, para penggemar cukup mengunjungi dealer Ducati terdekat, di mana unit kontrol mesin dapat diperbarui secara gratis.

Berdasarkan pengalamannya di Superbike dan MotoGP, Ducati Corse telah mengembangkan algoritma khusus untuk Desmo450 MX yang menghitung indeks beban mesin secara real-time, berdasarkan parameter operasi dan kondisi penggunaan. Indeks ini juga memperhitungkan jenis medan tempat motor dikendarai, serta secara berkelanjutan meningkatkan penghitung keausan mesin berbasis persentase. Sistem ini kemudian menggunakan penghitung tersebut untuk memperbarui jadwal perawatan, yang dapat dilihat melalui aplikasi Ducati X-Link.

Dengan cara ini, interval pemeriksaan dan servis disesuaikan dengan gaya berkendara pengendara, dengan servis yang lebih sering untuk penggunaan profesional atau intensif, atau lebih jarang untuk pengendara amatir, melampaui jadwal statis tradisional. Jika beban pada mesin lebih rendah dibandingkan yang diperkirakan dalam perhitungan batas waktu perawatan—yang didasarkan pada penggunaan motor oleh Alessandro Lupino—maka servis dapat ditunda, sehingga memberikan keuntungan finansial bagi pelanggan serta jarak waktu yang lebih panjang antar servis.

Interval untuk MID Service, yang mencakup penggantian piston dan pemeriksaan celah katup, dapat bervariasi antara 45 hingga 60 jam, tergantung pada tingkat keausan aktual mesin. Demikian pula, overhaul mesin secara menyeluruh (FULL Service) dapat dilakukan antara 90 hingga 120 jam.

Di situs resmi Ducati, Anda dapat mengonfigurasi Desmo450 MX Anda sendiri atau mengatur kunjungan ke dealer terdekat. Semua informasi tersedia di situs resmi Ducati.