TRENDING NOW

Jakarta — OMODA memperkenalkan OMODA X melalui debut global dalam acara OMODA X Night di Wuhu, China, pada 20 Oktober 2026. Menggabungkan kepraktisan SUV, karakter petualang, dan desain sporty, crossover ini menawarkan pendekatan kendaraan yang dapat digunakan untuk rutinitas perkotaan sekaligus mendukung aktivitas di luar kota.

Fleksibilitas tersebut menjadi relevan bagi pasar Indonesia, di mana minat terhadap SUV berkaitan dengan daya tarik kendaraan yang dapat mengakomodasi beragam kebutuhan perjalanan. Mulai dari mendukung mobilitas sehari-hari hingga bepergian ke luar kota pada akhir pekan, konsumen membutuhkan kenyamanan dan kepraktisan yang dapat menunjang keduanya. Di tengah beragam pilihan SUV, OMODA X berpotensi menjadi alternatif untuk kebutuhan tersebut.

"Saya pikir OMODA X cocok untuk pasar Indonesia. Kami akan mulai menganalisis bagaimana mempersiapkan mobil ini untuk hadir di Indonesia,” ujar Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia.

OMODA X dikembangkan dengan memadukan kepraktisan SUV, semangat petualangan kendaraan off-road, dan karakter dinamis mobil sport. Melalui pendekatan yang disebut CROSS OFF-ROAD VEHICLE, OMODA menghadirkan crossover untuk pengguna yang menikmati kehidupan perkotaan sekaligus aktivitas di alam terbuka.

Karakter tersebut diterjemahkan melalui desain mecha yang terinspirasi dari budaya futuristis. Bodi lebar, bagian bahu yang menonjol, serta lekukan sisi bodi yang tegas membentuk tampilan kokoh dengan siluet sporty. Bidang geometris yang terinspirasi dari pesawat mecha dan lampu belakang bermotif kilat memperkuat identitas visual OMODA X.

Pendekatan desain ini berlanjut ke dalam kabin melalui konsep MECHA Command Cockpit yang menggabungkan prinsip WILD MECHA, GEOMETRIC, dan FUNCTIONAL. Tata letak menyerupai dua sayap dipadukan dengan konsol tengah bergaya mengambang berbentuk X, panel instrumen digital 10,25 inci, serta layar sentuh tengah 13,2 inci. Tombol fisik tetap tersedia untuk pengaturan AC dan mode berkendara, memadukan tampilan futuristis dengan kemudahan pengoperasian.

Untuk mendukung karakter petualangnya, spesifikasi global OMODA X mencakup ground clearance 200 mm serta kemampuan melintasi genangan yang dirancang mencapai kedalaman lebih dari 700 mm. Model ini juga menawarkan kemampuan menarik beban hingga 1.800 kg, kapasitas beban atap 75 kg, dan 39 kompartemen penyimpanan. Kombinasi tersebut mendukung pengguna membawa perlengkapan bersepeda, berselancar, maupun kebutuhan perjalanan lainnya, sehingga kepraktisannya dapat dimanfaatkan untuk mobilitas harian hingga aktivitas di luar kota.

Teknologi di dalam kabin menjadi bagian lain dari pengembangan OMODA X. Model ini diperkenalkan dengan SIAS atau Super Intelligent AI Space, yang dirancang untuk memungkinkan percakapan lebih alami antara pengguna dan kendaraan tanpa kata aktivasi atau rangkaian perintah yang rumit. Sementara itu, X-MODE memungkinkan pengaturan kendaraan dan respons performa disesuaikan dengan preferensi pengemudi.

OMODA X juga dilengkapi sistem night vision berbasis pencitraan termal inframerah yang diklaim membantu mengenali potensi bahaya hingga jarak 90 meter. Untuk hiburan di dalam kabin, fitur OMODA X Open Mic menggunakan empat zona penangkap suara independen sehingga pengguna dapat menikmati karaoke tanpa mikrofon genggam.

"Ke depan, kami akan melakukan kajian lebih lanjut untuk melihat kesesuaiannya dengan pasar Indonesia. OMODA X tidak bisa hanya dipandang sebagai kendaraan untuk hobi off-road, karena konsep yang ditawarkan lebih luas dari itu,” tambah Zeng Shuo, President Director of Chery Group Indonesia.

Selain pengembangan fitur, OMODA X membuka ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan karakter personal melalui OMODA X Co-Creation Project. Pada debut globalnya, pengguna dari Indonesia, Brasil, Afrika Selatan, dan Polandia menampilkan interpretasi OMODA X berdasarkan latar budaya, minat, dan kreativitas masing-masing. Partisipasi pengguna Indonesia turut membawa perspektif lokal dalam eksplorasi personalisasi kendaraan tersebut.

Proyek ini menjadi bagian dari OMODA X Night yang digelar dalam rangkaian OMODA & JAECOO International User Summit. Acara tersebut juga menghadirkan cerita personalisasi kendaraan dari para pemilik serta penampilan bersama pengguna dari berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, OMODA & JAECOO memaparkan arah pengembangan teknologi globalnya. Rencana tersebut mencakup teknologi HEV dengan baterai 5 kWh yang akan pertama kali diterapkan pada OMODA O7, pelapis insulasi panas untuk OMODA O4, serta SIVP atau Super Intelligent Valet Parking untuk JAECOO J5 dan JAECOO J7. Pengembangan ini ditujukan untuk mendukung berbagai kebutuhan penggunaan, termasuk kenyamanan kabin dan kemudahan parkir.

Menurut data perusahaan, penjualan kumulatif global OMODA & JAECOO telah melampaui 1,4 juta unit dalam tiga setengah tahun, dengan jangkauan 79 pasar. OMODA & JAECOO berencana memperluas portofolio global menjadi 13 model dalam tiga tahun mendatang. Untuk Indonesia, peluang kehadiran OMODA X masih akan dikaji dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar nasional. (*/yogi) 
Jakarta – Seiring berkembangnya gaya hidup masyarakat, JETOUR melihat bahwa perjalanan kini tidak lagi hanya tentang mencapai destinasi, tetapi juga tentang pengalaman selama perjalanan. Kendaraan pun memiliki peran yang semakin luas, bukan sekadar sarana transportasi, melainkan teman perjalanan yang mendekatkan konsumen dengan alam dan pengalaman baru, sekaligus menjadi ruang untuk beristirahat dan menikmati waktu di luar rutinitas sehari-hari.

Memahami perubahan tersebut, JETOUR memperluas ekosistem “Travel+” melalui inovasi teknologi, pengembangan produk, dan aktivitas perjalanan. Pendekatan ini dihadirkan melalui JETOUR Global Technology Experience Day 2026 bertema “Future Travel Starts Now”, pada 20–23 Oktober 2026 di Wuhu, Anhui, serta Moganshan dan Danau Xiazhu, Zhejiang, Tiongkok. Melalui teknologi, uji berkendara, aktivitas luar ruang, dan pelestarian lingkungan, JETOUR menunjukkan bagaimana inovasi dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih beragam.

Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, mengatakan, “Melalui strategi ‘Travel+’, JETOUR membangun pendekatan yang mengintegrasikan inovasi otomotif dengan gaya hidup dan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang. Global Technology Experience Day 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperlihatkan bagaimana kapabilitas teknologi JETOUR diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi konsumen, sekaligus memperkuat arah pengembangan brand kami sebagai bagian dari ekosistem mobilitas global”.

Teknologi yang Membuka Lebih Banyak Pilihan dalam Berkendara
Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor yang membentuk pengalaman perjalanan di masa depan. Dengan memanfaatkan keahlian teknologi di tingkat grup dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence), intelligent driving, smart cabins, dan AiMOGA Robotics, JETOUR mengembangkan inovasi yang diterapkan untuk mendukung pengalaman mobilitas konsumen.

Salah satunya melalui XWD Fully Automatic Intelligent 4WD, sistem penggerak empat roda cerdas yang dilengkapi mode berkendara 7+X. Sistem ini membantu kendaraan menghadapi berbagai kondisi medan, mulai dari jalan pegunungan dan jalan berbatu hingga lintasan air dan tanjakan curam. Kemampuan tersebut didukung GAIA All-Terrain Intelligent Architecture, yang menjadi fondasi teknis bagi kendaraan untuk beradaptasi dengan beragam medan dan kondisi perjalanan.
JETOUR juga menghadirkan teknologi hybrid C-DM yang memadukan performa dan efisiensi energi untuk mendukung perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi tersebut, JETOUR mengembangkan pendekatan berkendara yang tidak hanya memperhatikan kemampuan kendaraan, tetapi juga kebutuhan konsumen saat menempuh perjalanan dengan kondisi yang berbeda.

Penerapan teknologi tersebut dapat dirasakan secara langsung dalam rangkaian Global Technology Experience Day 2026. Kendaraan yang dilengkapi teknologi tersebut mengikuti uji berkendara di jalan pegunungan dan pengalaman off-road di Moganshan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada partisipan untuk mengenal kemampuan kendaraan JETOUR dalam menghadapi beragam kondisi medan.

Dari Kendaraan Menjadi Teman Berbagai Aktivitas
Perjalanan yang semakin beragam turut mendorong kebutuhan terhadap kendaraan yang dapat mendukung lebih banyak aktivitas. Menjawab kebutuhan tersebut, lini produk JETOUR hadir dengan karakter yang disesuaikan untuk berbagai pengalaman perjalanan.

JETOUR G700 memadukan kenyamanan premium dengan kemampuan off-road yang tangguh. Sementara itu, JETOUR T1 dan JETOUR T2 mendukung mobilitas perkotaan sekaligus petualangan light off-road. Ketiga model tersebut menggambarkan beragam pendekatan JETOUR dalam memenuhi kebutuhan perjalanan, dari penggunaan sehari-hari hingga aktivitas di alam terbuka.

Pengalaman tersebut juga dapat dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pendukung, seperti roof tent, kulkas portabel di dalam kendaraan, dan panoramic sunroof. Perlengkapan ini memperluas fungsi kendaraan untuk mendukung aktivitas selama perjalanan, termasuk beristirahat, bersantai, dan menikmati suasana alam.

Dalam Global Technology Experience Day 2026, JETOUR turut menghadirkan Camping Market dan Starry Night Forum sebagai bagian dari pengalaman perjalanan yang lebih beragam. Melalui kedua kegiatan ini, JETOUR menunjukkan bagaimana fitur kendaraan dapat mendukung berbagai aktivitas dalam perjalanan, mulai dari eksplorasi dan relaksasi hingga interaksi sosial.

Perjalanan yang Menghubungkan Manusia, Alam, dan Budaya
Bagi JETOUR, pengalaman perjalanan juga mencakup kesempatan untuk mengenal lingkungan dan budaya yang berbeda. Karena itu, ekosistem “Travel+” turut dikembangkan melalui berbagai inisiatif pelestarian lingkungan serta kemitraan yang memperkuat keterlibatan JETOUR dalam komunitas global.

Dalam rangkaian ini, partisipan akan mengunjungi Danau Xiazhu di Provinsi Zhejiang untuk mengikuti inisiatif pelestarian burung ibis jambul (crested ibis). Kegiatan seperti merangkai sarang dan melepas benih ikan memberikan kesempatan bagi partisipan untuk mengenal upaya pelestarian ekosistem secara langsung.

Di luar kegiatan tersebut, JETOUR mendukung sejumlah inisiatif pelestarian satwa di berbagai negara, termasuk pelestarian citah di Afrika, penyu di Malaysia, elang harpy di Panama, serta markhor, satwa nasional Pakistan. Berbagai upaya ini memperluas keterlibatan JETOUR dalam mendukung pelestarian satwa dan lingkungan di tingkat global.

JETOUR juga menjalin kemitraan dengan berbagai organisasi untuk memperluas hubungannya dengan budaya, olahraga, dan komunitas konsumen. Di antaranya adalah klub sepak bola Colo-Colo di Cile, Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), dan Malaysia Marathon.

Melalui inisiatif tersebut, perjalanan tidak hanya menjadi kesempatan untuk menjelajahi tempat baru, tetapi juga untuk memahami lingkungan, mengenal budaya, dan membangun hubungan dengan komunitas. Pendekatan ini memperkaya makna “Travel+” sebagai strategi yang mencakup pengalaman perjalanan di dalam maupun di luar kendaraan.

Menghadirkan Lebih Banyak Pengalaman Perjalanan
Masa depan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan untuk mencapai destinasi yang lebih jauh, tetapi juga oleh semakin beragamnya pengalaman yang dapat dinikmati selama perjalanan. Melalui Global Technology Experience Day 2026, JETOUR mengajak partisipan untuk melihat bagaimana teknologi dan pengembangan produk dapat mendukung berbagai kebutuhan tersebut, mulai dari berkendara di kawasan perkotaan hingga menjelajahi pegunungan dan kawasan lahan basah.

Ke depannya, JETOUR akan terus memperluas pengalaman perjalanan melalui integrasi teknologi, pengembangan lini produk, dan ekosistem yang mendukung beragam gaya hidup. Melalui strategi 'Travel+', JETOUR berupaya menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada tujuan akhir, tetapi juga pada nilai dan pengalaman yang diperoleh sepanjang perjalanan. (*/yogi) 
Texas– Honda akan menandai pencapaian 500 balapan di Formula 1 pada Grand Prix Amerika Serikat 2026 yang berlangsung di Circuit of The Americas, Austin, Texas, pada 23–25 Oktober 2026. Untuk memperingati tonggak sejarah ini, mobil balap AMR26 milik Aston Martin Aramco Formula One™ Team akan tampil dengan logo khusus Honda500. Honda juga akan menghadirkan merchandise edisi peringatan di Jepang serta berbagai inisiatif lainnya untuk merayakan perjalanan panjang Honda di ajang balap tertinggi dunia tersebut.

Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan para penggemar yang telah mengikuti perjalanan Honda selama bertahun-tahun, serta para mitra dan pembalap yang telah bersama-sama menghadapi berbagai tantangan di lintasan balap.
Perjalanan Honda di Formula 1 dimulai pada Grand Prix Jerman 1964. Sejak saat itu, Honda telah berpartisipasi dalam berbagai peran, mulai dari sebagai tim pabrikan yang mengembangkan sasis dan mesin, pemasok mesin, hingga produsen power unit. Mulai musim 2026, Honda berpartisipasi di Formula 1 sebagai mitra pabrikan Aston Martin Aramco Formula One™ Team, dengan memasok unit daya F1 RA626H untuk tim tersebut.

Sebagai bagian dari perayaan balapan ke-500, para engineer balap Honda Racing Corporation (HRC) yang bekerja bersama tim di sirkuit akan mengenakan seragam khusus dengan logo Honda500. Honda juga akan menghadirkan beragam merchandise orisinal di Jepang, termasuk tumbler dan gantungan kunci edisi khusus. Selain itu, seragam replika Honda500 hasil kolaborasi dengan Mizuno akan tersedia untuk dibeli, dengan desain yang serupa dengan seragam khusus yang dikenakan para engineer HRC.

Koji Watanabe, Presiden dan CEO Honda Racing Corporation (HRC), mengatakan, “Sejak pertama kali berpartisipasi di Formula 1 pada 1964, Honda telah menghadapi berbagai tantangan, kemunduran, dan momen kemenangan di panggung tertinggi motorsport dunia. Saya sangat bangga bahwa Honda kini telah mencapai tonggak sejarah penting, yaitu 500 balapan.

Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penggemar di seluruh dunia yang telah mendukung perjuangan Honda dan memberikan semangat dalam setiap perjalanan, baik saat menghadapi keberhasilan maupun kesulitan. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh mitra dan pembalap yang telah berkompetisi bersama Honda selama bertahun-tahun, serta Aston Martin Aramco Formula One™ Team, yang kini bersatu dengan Honda untuk menghadapi tantangan baru.

Dengan rasa bangga yang mendalam terhadap sejarah dan pencapaian yang tercermin dalam 500 balapan ini, Honda dan HRC akan terus menghadapi tantangan di F1 demi menghadirkan impian dan kegembiraan bagi para penggemar di seluruh dunia.” (*/yogi) 
Jakarta - BMW Group Indonesia menghadirkan Garage of JOY 2026 untuk merayakan kecintaan terhadap BMW dan MINI sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi pelanggan, pemilik kendaraan, penggemar, dan komunitas untuk mengakses berbagai Genuine Parts langsung dari warehouse BMW Indonesia. Mengusung tema The Joy of BMW Genuine Parts Ownership, acara ini menghadirkan penawaran spesial untuk beragam produk pilihan yang melengkapi pengalaman kepemilikan BMW dan MINI.

Garage of JOY menghadirkan berbagai kategori produk dari BMW Indonesia, meliputi Genuine BMW Parts dan produk perawatan kendaraan seperti oli mesin, filter, cairan rem, coolant, wiper, serta produk perawatan lainnya. Pengunjung juga dapat menemukan BMW Accessories dan M Performance Parts, termasuk pelek, ban, dan aksesori perjalanan; BMW Classic Parts dan Accident Parts. BMW Lifestyle Collection turut melengkapi pilihan produk melalui koleksi pakaian, tas, topi, merchandise, dan collectibles. Pengunjung dapat mengeksplorasi produk yang tersedia, mengidentifikasi suku cadang yang dibutuhkan, serta melakukan pemesanan melalui dealer BMW yang berpartisipasi.

Pengunjung dapat menikmati penawaran khusus dengan diskon hingga 90% untuk produk-produk pilihan*. Sebagai contoh, BMW Laser Headlights yang semula seharga Rp99.930.000 ditawarkan dengan harga Rp9.993.000. Produk pilihan lainnya mencakup M Performance Exhaust System berbahan titanium, dari Rp47.560.000 menjadi Rp9.512.000, serta M Performance Y-spoke 763M Wheels, dari Rp32.360.000 menjadi Rp6.472.000. Beragam produk lainnya juga tersedia dengan penawaran spesial. Seluruh penawaran berlaku untuk produk pilihan dengan jumlah terbatas, berdasarkan prinsip first come, first served.

"Pengalaman kepemilikan BMW dan MINI tidak hanya berkaitan dengan kendaraan itu sendiri, tetapi juga dengan berbagai produk yang mendukung perawatan, personalisasi, dan gaya hidup pelanggan. Melalui Garage of JOY, kami ingin memberikan kesempatan bagi lebih banyak pelanggan dan penggemar untuk mendapatkan Genuine Parts, aksesori, serta produk lifestyle BMW dan MINI dengan penawaran yang menarik. Mengingat ketersediaan produk yang terbatas, kami mengundang seluruh pelanggan dan penggemar BMW dan MINI untuk hadir pada 24 Oktober 2026 dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mahalingam Maganderalingam, Director of Customer Support BMW Group Indonesia.

Lebih dari sekadar bazar produk, Garage of JOY juga menjadi kesempatan bagi pemilik kendaraan, komunitas, bengkel independen, toko suku cadang, dan penggemar otomotif untuk bertemu serta berbagi minat terhadap BMW. Melalui acara ini, BMW Group Indonesia ingin mempererat hubungan dengan pelanggan dan komunitas, sekaligus menghadirkan pengalaman kepemilikan yang lebih menyeluruh, mulai dari perawatan kendaraan hingga aksesori dan produk lifestyle. (*/yogi) 
Jakarta - Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menawarkan pendekatan berbeda: memanfaatkan tenaga listrik untuk mobilitas harian tanpa sepenuhnya meninggalkan fleksibilitas mesin konvensional. Namun, seberapa cocok teknologi ini dengan kebutuhan pengendara Indonesia?

Elektrifikasi kendaraan mulai mengubah cara konsumen memandang mobilitas. Pertimbangan membeli mobil kini tidak hanya mencakup harga, desain, dan konsumsi bahan bakar, tetapi juga sumber energi, efisiensi penggunaan, teknologi berkendara, serta kesiapan infrastruktur pengisian daya.

Meski ketertarikan terhadap mobil listrik semakin meningkat, keputusan untuk beralih tidak selalu sederhana. Sebagian konsumen ingin merasakan pengalaman berkendara menggunakan tenaga listrik, tetapi masih mempertimbangkan kebutuhan perjalanan jarak jauh, akses pengisian daya, dan fleksibilitas ketika harus menempuh rute yang tidak familiar.

Dalam konteks ini, PHEV menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipahami. Teknologi ini memungkinkan konsumen memanfaatkan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari, sekaligus memiliki mesin konvensional sebagai sumber tenaga tambahan ketika dibutuhkan.

Pasar kendaraan elektrifikasi tumbuh, pilihan teknologi semakin beragam
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa distribusi kendaraan elektrifikasi di Indonesia mencapai 175.144 unit sepanjang 2025, meningkat dari 103.228 unit pada 2024. Angka ini mencakup Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pangsa gabungan ketiga kategori tersebut meningkat dari 11,9% menjadi sekitar 21,8% dari total distribusi mobil baru.

Di antara ketiga teknologi tersebut, PHEV mencatat pertumbuhan distribusi yang mencolok. Jumlahnya meningkat dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025. Meski pertumbuhannya tinggi, pangsa PHEV masih relatif kecil dibandingkan pasar mobil baru nasional. Angka ini menunjukkan bahwa PHEV mulai mendapatkan perhatian, meskipun 
pemahaman konsumen terhadap teknologi ini masih perlu diperluas.

Memahami perbedaan BEV, HEV, dan PHEV
Kendaraan elektrifikasi memiliki beberapa jenis teknologi dengan cara kerja dan kebutuhan penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaan BEV, HEV, dan PHEV dapat membantu konsumen menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka. BEV (Battery Electric Vehicle) menggunakan motor listrik sepenuhnya dan mengandalkan baterai yang diisi melalui sumber listrik eksternal.

HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik. Baterainya diisi melalui sistem kendaraan, tanpa perlu pengisian daya eksternal.PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional, dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Teknologi ini memungkinkan perjalanan menggunakan tenaga listrik sekaligus memberikan fleksibilitas mesin konvensional untuk perjalanan lebih jauh.

Ichsan Aria Putra, Product Expert PT. Sokonindo Automobile mengatakan, "salah satu miskonsepsi yang masih perlu diluruskan adalah anggapan bahwa PHEV sama dengan HEV karena keduanya menggunakan motor listrik dan mesin konvensional. Padahal, kemampuan mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal memberikan PHEV kesempatan untuk menempuh perjalanan menggunakan tenaga listrik dalam jarak yang lebih jauh dibandingkan sistem hybrid konvensional pada umumnya".

PHEV juga tidak harus selalu diisi daya agar tetap dapat digunakan. Mesin konvensional dapat mendukung pengoperasian kendaraan ketika energi baterai berkurang. Meski demikian, pengisian daya secara rutin tetap penting untuk memaksimalkan potensi berkendara listrik dan efisiensi energi.

Fleksibilitas PHEV: kapan manfaatnya terasa?
Salah satu karakteristik PHEV adalah kemampuannya mengakomodasi kebutuhan perjalanan yang berbeda. Untuk aktivitas harian, seperti pergi ke kantor, mengantar anak, atau beraktivitas di sekitar kota, pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik selama jarak perjalanan dan kondisi penggunaan masih sesuai dengan jangkauan listrik kendaraan.

"Sebagai ilustrasi, bagi konsumen dengan jarak tempuh harian sekitar 30–50 kilometer, PHEV memungkinkan perjalanan sehari-hari mengandalkan tenaga listrik, selama baterai terisi cukup dan jarak tempuh kendaraan memadai. Dengan begitu, penggunaan mesin bensin dapat diminimalkan, bahkan tidak diperlukan untuk perjalanan tersebut,” tambah Ichsan.

Pada PHEV modern, perpindahan antara motor listrik dan mesin konvensional juga dapat dikelola secara otomatis oleh sistem kendaraan. Pengemudi tidak selalu perlu menentukan sendiri kapan setiap sumber  tenaga bekerja. 

Pada DFSK E5 Plus, misalnya, terdapat pilihan mode berkendara Force EV, Prefer EV, dan Smart yang dirancang untuk kebutuhan penggunaan berbeda.

Force EV memprioritaskan penggunaan tenaga listrik, sedangkan Prefer EV dan Smart mengatur pemanfaatan motor listrik dan mesin berdasarkan strategi pengoperasian masingmasing. Pengemudi tetap perlu memahami fungsi setiap mode dan mengikuti petunjuk penggunaan kendaraan agar dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.

Namun, fleksibilitas tersebut tidak berarti pengguna dapat mengabaikan pengisian daya. Baterai PHEV perlu diisi melalui sumber listrik eksternal agar potensi penggunaan tenaga listrik dapat dimanfaatkan secara maksimal.


Kebiasaan mengisi daya menentukan efisiensi
Efisiensi PHEV tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi kendaraan, tetapi juga oleh kebiasaan penggunanya. Seberapa sering baterai diisi, seberapa jauh kendaraan digunakan dengan tenaga listrik, dan kondisi perjalanan turut memengaruhi efisiensi serta biaya operasional.

Pengisian daya secara rutin di rumah atau tempat kerja memungkinkan pengguna 
memaksimalkan tenaga listrik untuk perjalanan harian. Sebaliknya, jika baterai jarang diisi, mesin konvensional akan lebih sering digunakan sehingga potensi penghematan bahan bakar dapat berkurang.

Karena itu, akses pengisian daya perlu menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli PHEV. Pada akhirnya, yang perlu dinilai bukan hanya seberapa jauh kendaraan dapat melaju dengan tenaga listrik, tetapi juga seberapa optimal teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam rutinitas sehari-hari.

Lebih dari jarak tempuh: apa yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli PHEV?
Jarak tempuh listrik dan gabungan memang menjadi indikator penting, tetapi keduanya bukan satu-satunya faktor dalam menentukan kendaraan yang sesuai.

Pertama, akses pengisian daya. Konsumen perlu mempertimbangkan apakah mereka memiliki akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja. Pengisian yang praktis dan konsisten membantu memaksimalkan penggunaan tenaga listrik.

Kedua, kebutuhan perjalanan. Konsumen dengan rutinitas harian relatif teratur mungkin dapat memanfaatkan mode listrik secara konsisten, sedangkan pengguna dengan perjalanan panjang dan tidak menentu perlu memahami karakteristik kedua sumber tenaga.

Ketiga, biaya kepemilikan. Selain harga kendaraan, pertimbangkan biaya energi, servis berkala, garansi baterai dan komponen sistem elektrifikasi, serta nilai jual kembali. Efisiensi aktual tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kapasitas baterai atau klaim jarak tempuh.

Keempat, kenyamanan dan keselamatan. Kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan bukan hanya kendaraan yang memiliki teknologi elektrifikasi, tetapi juga yang menawarkan ruang kabin, karakter suspensi, fitur keselamatan, serta kemudahan penggunaan sesuai preferensi pengemudi dan penumpang.

DFSK E5 Plus: menggabungkan elektrifikasi dan kenyamanan
Berkembangnya pilihan kendaraan elektrifikasi juga mendorong produsen otomotif memperluas penawaran mereka. Bagi DFSK, langkah ini menjadi bagian dari pengembangan portofolio, dari pengenalan yang kuat di segmen kendaraan komersial menuju kendaraan penumpang dengan teknologi, kenyamanan, dan fitur yang lebih premium.

Salah satu wujudnya adalah DFSK E5 Plus, SUV PHEV dengan konfigurasi enam tempat duduk yang menggabungkan teknologi plug-in hybrid dengan fitur kenyamanan dan teknologi berkendara.

E5 Plus memiliki baterai berkapasitas 25,3 kWh, dengan jarak tempuh listrik murni hingga 140 kilometer dan jarak tempuh gabungan hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC. 

Angka tersebut merupakan hasil pengujian berdasarkan standar tertentu, sehingga jarak tempuh dalam penggunaan nyata dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan, gaya berkendara, muatan, penggunaan pendingin udara, dan faktor lainnya.

Kendaraan ini juga menawarkan konfigurasi kabin dengan captain seat di baris kedua, layar hiburan belakang berukuran 15,6 inci, serta ventilated seats pada baris pertama dan kedua. Fitur bantuan berkendara seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) turut melengkapi pengalaman berkendara, dengan fungsi dan batasan yang tetap perlu dipahami pengguna.

Dari sisi pengelolaan tenaga, sistem PHEV pada E5 Plus memungkinkan motor listrik dan mesin konvensional bekerja sesuai mode berkendara dan kondisi penggunaan. Pendekatan ini memberikan keleluasaan bagi pengemudi untuk memanfaatkan tenaga listrik dalam aktivitas harian, sekaligus mempertahankan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh.
Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan DFSK terhadap segmen kendaraan penumpang tidak hanya berkaitan dengan sumber tenaga, tetapi juga bagaimana teknologi, kenyamanan kabin, dan fleksibilitas penggunaan diintegrasikan dalam satu kendaraan.

Melalui E5 Plus, DFSK menghadirkan pilihan PHEV bagi konsumen Indonesia yang ingin 
memanfaatkan tenaga listrik tanpa sepenuhnya meninggalkan fleksibilitas mesin konvensional. Produk ini sekaligus menjadi contoh bagaimana teknologi elektrifikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas yang beragam.

Pada akhirnya, keputusan untuk beralih ke kendaraan elektrifikasi bukan hanya tentang memilih teknologi terbaru. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan mobilitas, mengevaluasi karakteristik setiap teknologi, dan memilih kendaraan yang paling sesuai dengan cara seseorang berkendara.(*/yogi) 


Jakarta– Kebutuhan perangkat kelistrikan pada bus terus meningkat seiring berkembangnya layanan transportasi penumpang yang semakin mengutamakan kenyamanan selama perjalanan. Berbagai fasilitas seperti port USB untuk pengisian daya, dispenser, sistem hiburan audio, hingga perangkat elektronik tambahan kini menjadi bagian dari kebutuhan operasional bus modern.

Menjawab perkembangan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meningkatkan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus, yakni Hino RK 280, Hino RM 280, dan Hino AK 240. Kapasitas baterai yang sebelumnya menggunakan spesifikasi 2 x 120 Ah kini ditingkatkan menjadi 2 x 150 Ah untuk seluruh model tersebut.
Pembaruan ini dilakukan guna mendukung kebutuhan sistem kelistrikan kendaraan yang semakin beragam, sekaligus membantu menjaga keandalan operasional bus dalam menunjang aktivitas transportasi penumpang. Penerapan spesifikasi baterai baru dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal produksi masing-masing model pada periode September hingga Oktober 2026.

Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, Hino Big Bus memiliki dukungan kelistrikan yang lebih memadai untuk mengakomodasi penggunaan berbagai perangkat penunjang perjalanan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Hino dalam menyesuaikan spesifikasi produk dengan kebutuhan aktual operator bus, baik di sektor pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi.

"Kami memahami bahwa kebutuhan operasional bus terus berkembang, termasuk meningkatnya penggunaan berbagai perangkat kelistrikan untuk mendukung kenyamanan dan pengalaman perjalanan penumpang. Peningkatan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik untuk operasional pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi,” ujar Tri Hariyanto, Market Development Division Head HMSI.

Tiga Pilihan Hino Big Bus untuk Berbagai Karakteristik Layanan
Hino menghadirkan pilihan kendaraan dengan karakteristik dan spesifikasi berbeda untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha otobus. Mulai dari operasional bus antarkota, layanan pariwisata, hingga segmen perjalanan yang mengutamakan kenyamanan premium, setiap model memiliki keunggulan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Hino RK 280 dan Hino RM 280 mengandalkan mesin diesel J08E-WD berkapasitas 7.684 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 280 PS dan torsi maksimum 84 kgm. Kedua model tersebut telah dilengkapi teknologi Variable Nozzle Turbocharger (VNT), intercooler, serta sistem Common Rail untuk mendukung performa mesin dan efisiensi bahan bakar.

Hino RK 280 merupakan bus bermesin belakang dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 15,5 ton. Model ini menggunakan transmisi enam percepatan, sistem pengereman full air, pilihan Anti-lock Braking System (ABS), serta exhaust brake untuk membantu pengendalian kendaraan selama operasional.

Sementara itu, Hino RM 280 memiliki GVW 16 ton dan dibekali transmisi tujuh percepatan. Untuk mendukung kebutuhan perjalanan jarak jauh, model ini menggunakan rangka space frame dan suspensi udara (air suspension) yang dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih baik bagi penumpang.

Dari sisi keselamatan dan pengendalian, Hino RM 280 juga dilengkapi sistem pengereman full air dual circuit serta pilihan ABS. Kombinasi spesifikasi tersebut menjadikannya salah satu alternatif bagi operator yang melayani rute antarkota maupun perjalanan pariwisata dengan kebutuhan kenyamanan lebih tinggi.

Bagi operator yang membutuhkan konfigurasi kendaraan berbeda, Hino AK 240 hadir dengan mesin diesel J08E-WF berkapasitas 7.684 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 240 PS dan torsi maksimum 73 kgm.

Mengusung konfigurasi mesin depan, Hino AK 240 dilengkapi transmisi enam percepatan, sistem pengereman full air dual circuit, serta exhaust brake. Dengan Gross Combination Weight (GCW) sebesar 15 ton, model ini dapat menjadi pilihan untuk menunjang kebutuhan operasional sesuai karakteristik rute dan konfigurasi karoseri yang digunakan.

Melalui ketiga model tersebut, Hino memberikan fleksibilitas kepada pengusaha otobus dalam menentukan kendaraan berdasarkan kebutuhan layanan, kapasitas operasional, serta strategi pengembangan bisnis masing-masing.

Pangsa Pasar 65 Persen, Perkuat Posisi Hino di Segmen Bus
Kepercayaan operator terhadap produk Hino turut tercermin dari pencapaian perusahaan di pasar kendaraan bus nasional. Pada September 2026, Hino mencatatkan pangsa pasar bus sebesar 65 persen, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar bus di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan pelanggan terhadap produk Hino dalam mendukung kebutuhan transportasi penumpang di Tanah Air. Di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis, Hino terus berupaya menghadirkan kendaraan dengan spesifikasi yang relevan terhadap kebutuhan operasional pelanggan.

Peningkatan kapasitas baterai pada seluruh lini Hino Big Bus menjadi salah satu langkah perusahaan dalam merespons perubahan kebutuhan tersebut. Dengan dukungan spesifikasi yang semakin sesuai, Hino berharap dapat membantu operator menjaga keandalan kendaraan sekaligus menunjang kualitas layanan transportasi, mulai dari perjalanan wisata hingga angkutan antarkota dan antarprovinsi. (*/yogi)